Paper Neutral Program

Grup perusahaan tempat saya bekerja memiliki komitmen yang baik untuk masalah lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, atau disingkat EHS (Environment, Health and Safety). Hal ini ditunjukkan tidak hanya dari praktek di lapangan, tapi juga penerapan di atas kertas. Salah satu buktinya adalah penerapan ISO 14001 mengenai standar internasional tentang lingkunganĀ  dan OHSAS 18001 tentang kesehatan dan keselamatan kerja.

Nah, salah satu program EHS yang dilaksanakan tahun ini adalah ‘Tree Planting’ atau penanaman pohon. Program ini dilaksanakan hari Sabtu lalu, tanggal 19 Oktober 2013 di Sentul Eco Edu Tourism Forest (disingkat EETF) Bukit Hambalang, Sentul Selatan. Hutan ini adalah sebuah proyek kerjasama antara Indonesia dengan Republic Of Korea. Lebih lanjut tentang tempat ini akan saya bahas di artikel lain.

Program tree planting ini diselenggarakan dalam rangka membayar kembali kepada alam apa yang sudah kita ambil, dalam hal ini kertas yang dipakai sehari-hari dalam melakukan pekerjaan. Caranya adalah dengan melakukan penghitungan berkala terhadap pemakaian kertas dari setiap grup. Hasilnya kemudian di kalkulasi, berapa banyak kertas yang dipakai, kemudian diperkirakan berapa banyak pohon yang ditebang untuk dapat menghasilkan kertas yang kita pakai tersebut. Setelah didapat hasilnya kita lalu menanam kembali pohon-pohon baru sejumlah hasil perkiraan tadi. Ini yang dinamakan paper neutral.

Program ini adalah program tahunan dan masuk dalam agenda komite EHS. Kebetulan ini adalah tahun pertama di mana kami yang di Tangerang turut diajak untuk menanam pohon.

Tentu saja kami antusias. Sebanyak 59 orang perwakilan dari Tangerang datang menggunakan 1 bus besar. Perjalanan dimulai pukul 6 pagi, dan sampai di Sentul sekitar pukul 7.30 pagi. Sesampainya di sana, kita berkumpul terlebih dulu di pom bensin Petronas dengan bus dari grup yang lain. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke meeting poin kedua yaitu di depan pintu masuk Jungleland.

Di meeting poin kedua ini, kami yang ada di bus besar turun dan di pisah-pisah ke bus yang lebih kecil. Ternyata jalan menuju lokasi selain cukup terjal juga kecil sehingga tidak memungkinkan bus besar untuk bisa melewatinya. Setelah beberapa menit, kami pun sampai di tujuan… well, tempat parkirnya maksud saya.

Masuk ke lokasi masih membutuhkan sedikit perjuangan. Lewati dulu perkampungan penduduk di kiri-kanan, berjalan beberapa ratus meter, dan melintasi jalan setapak yang cukup curam. Kalau cuaca hujan rasanya jalan ini akan lebih menantang karena bertambah licin.

Menjelang sampai di area, kami disambut pemandangan yang indah. Sungai dangkal berbatu dengan sawah di sisi kanan dan kiri. Jalan masuk lokasi EETF pun menarik. Kami harus melewati sebuah jembatan penyeberangan dari bambu dan beratap tembikar. Barulah di seberang sana kita bertemu gerbang masuk EETF.

Setelah acara pembukaan, kami pun menuju ke lokasi penanaman pohon yang sudah disiapkan oleh pihak Perhutani. Jalannya tidak terlalu jauh sebetulnya. Tapi berhubung udah lama banget ngga hiking, akhirnya ngos-ngosan juga.

Di lokasi sudah disiapkan lubang plus pohon kecil yang akarnya masih di dalam plastik. Kami diminta untuk membuka plastiknya dan mengubur akarnya di dalam lubang dengan menggunakan cangkul yang sudah disediakan. Selesai…

Menurut informasi, kurang lebih 3 tahun lagi pohon ini akan berkembang cukup besar. Kami, para ‘pengasuh pohon’, dipersilahkan untuk datang dan mengunjungi pohon kami setiap waktu.

Selesai penanaman pohon secara simbolis ini, kami pun kembali ke lapangan utama dan memulai kegiatan yang sudah disiapkan oleh panitia. Acaranya ternyata games yang lebih bersifat team work. Acara ini diselingi dengan pembagian doorprize.

Akhirnya kami kembali ke bus sekitar pukul 15.00 WIB setelah semua acaranya selesai. Perjalanan pulang ternyata memakan waktu lebih panjang karena macet yang berkesinambungan dari mulai tol jagorawi sampai jalan raya serpong. Kurang lebih pukul 18.45 WIB kami baru sampai di pabrik.

Memang cukup melelahkan acara ini. Tetapi melihat dampak ke depan yang diharapkan dari penanaman pohon yang kami lakukan, kami merasa kelelahan ini tidak sia-sia. Suatu saat kami berharap dapat bertemu kembali dengan pohon asuh kami.

Jadi… apakah anda sudah paper neutral?

Leave a Reply

Your email address will not be published.