Penyemprotan Anti Demam Berdarah

Hari ini secara inisiatif RT kami melakukan penyemprotan anti demam berdarah. Ini karena telah jatuh korban sebanyak 3 orang di komplek kami. Kebetulan lokasi ketiganya juga cukup berdekatan.

Seorang korban adalah jamaah musholla komplek. Pak Heru namanya. Kami menjenguk beliau persis satu hari setelah dia keluar dari rumah sakit. Menurut pengakuannya, dia sudah 1 minggu dirawat dan baru boleh keluar setelah trombositnya naik.

Ternyata korban berikutnya adalah anak bungsu dari Pak Heru. Sudah 2 hari ini dia dirawat inap di RS Usada Insani. Satu korban lagi adalah seorang pembantu yang tinggal tidak jauh dari rumah Pak Heru. Mengingat kondisi ini maka warga pun melakukan konsolidasi. Kita mencari cara supaya area komplek kita bisa disemprot anti demam berdarah.

Menurut salah seorang pengurus, kita bisa minta penyemprotan langsung dari puskesmas. Syaratnya adalah menyerahkan bukti surat rawat inap di rumah sakit dari korban yang terakhir. Tetapi dengan pertimbangan bahwa pengajuan penyemprotan itu akan memakan waktu yang tidak singkat, maka akhirnya diputuskan untul melakukan penyemprotan swakarsa dari RT kami.

image

Penyemprotan anti demam berdarah

Penyemprotan ini dilakukan oleh salah seorang kenalan pengurus RT yang memiliki mesin fogging dengan biaya Rp. 500.000. Itu termasuk biaya obat dan solar. Biaya ini akan ditanggung dari kas RT dan sumbangan dari warga.

Maka jadilah hari ini rumah kami dipenuhi asap fogging. Mulai dari selokan di depan rumah, halaman, sampai seluruh ruangan. Ada memang beberapa rumah yang terlanjur ditinggal pergi pemiliknya sehingga petugas tidak bisa masuk. Untuk kasus seperti ini, petugas hanya menyemprot kebun dan selokannya. Sangat disayangkan sebetulnya, karena dengan tidak disemprot bagian dalam rumahnya, maka penyemprotan ini menjadi tidak maksimal.

Demam berdarah masih menjadi penyakit yang rutin terjadi di Indonesia. Bila ia dapat dideteksi sedari dini, penyembuhannya akan lebih baik. Tetapi bila terlambat dideteksi, tidak menutup kemungkinan terjadi hal yang fatal, bahkan sampai pada kematian.

Ini pernah terjadi pada kerabat kami di Bekasi. Anak sulungnya yang berumur kurang lebih 3 tahun tiba-tiba mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya saat sedang bermain. Setelah dibawa ke runah sakit, anak itu divonis mengalami demam berdarah. Setelah beberapa hari dirawat, sang anak akhirnya meninggal dunia dan menorehkan duka yang dalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Semoga antisipasi di komplek kami dapat berbuah manis dengan berhentinya wabah yang sudah mengenai 3 orang korban di komplek kami.

Sebagai antisipasi tambahan, jangan lupa untuk tidak meninggalkan air yang tergenang dalam waktu lama. Nyamuk demam berdarah adalah nyamuk yang berkembang biak di air bersih dan tidak mengalir. Biasanya kaleng-kaleng atau wadah apapun yang terletak di kebun menjadi sarang mereka tanpa kita sadari karena wadah itu menampung air hujan atau air apapun. Maka jangan biasakan ada kaleng menganggur di kebun. Jika memungkinkan, kubur kaleng-kaleng itu seperti diiklan masyarakat di tivi. Atau yang paling gampang, buang kaleng yang tidak dipakai ke tong sampah.

Jadi ternyata, terbiasa hidup bersih dapat membantu mengurangi resiko terjadinya demam berdarah. Yuuk, mulai hidup bersih tanpa harus menunggu demam berdarah mewabah di tempat anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.