Pages

Categories

Pelajaran kehidupan

Sudah beberapa hari ini saya melihat iklan di tv yang cukup inspiring. Narasi dimulai dengan seorang ibu berkata “Anakku tidak akan menang… jika aku mengalah”. Wow bukan?

Terlepas dari iklannya, pesan yang disampaikan menurut saya cukup dalam. Ini adalah kisah tentang pelajaran hidup yang berusaha diajarkan oleh seorang ibu kepada anaknya, lewat jalan yang keras. Ceritanya, sebagai seorang pelari, sang ibu mengajak anaknya untuk berlari setiap hari bersama-sama. Tetapi setiap kali berlari, si ibu tidak mengurangi kecepatannya. Akibatnya jaraknya dengan si anak akan semakin jauh pada setiap langkah.

Sang anakpun beberapa kali terlihat depresi. Ya, sangat manusiawi bahwa ada kalanya ia ingin menang. Menang dalam perlombaan lari yang berlangsung setiap hari dengan ibunya, secara jujur dan terhormat. Sang ibu sebetulnya bisa saja memperlambat langkahnya agar si anak bisa menang. Tetapi ia tidak mau melakukan hal itu. Sebagai seorang atlit, ia tahu persis bahwa jiwa kompetisi, keinginan untuk menang harus terus membara dalam diri anaknya.

Maka ia terus memberikan semangat, motivasi dan dukungan pada sang anak. Latihan intensif terus dijalani, baik sendiri maupun bersama-sama. Sampai akhirnya tibalah waktunya ketika sang anak berhasil menyusul sang ibu. Pada saat itu sang ibu justru tersenyum dan berkata “Saat aku kalah, saat itulah aku menang”.

Guys, ini adalah pesan yang sangat dalam. Sebuah contoh yang baik tentang bagaimana seharusnya mendidik anak. Ada yang bilang, jika memberi pelajaran berilah sebuah pancing, jangan beri seekor ikan. Maka cerita di atas adalah tentang memberi pancing pada sang anak.

Sebagai orangtua tentunya kita ingin memberikan yang terbaik pada anak kita. Dan seringkali kita menganggap bahwa yang terbaik adalah dengan selalu memberikan bantuan, kapanpun dan dimanapun. Padahal, ada masa dimana anak perlu untuk dilepas, dibiarkan mandiri. Masa dimana mereka belajar dari pengalaman mereka sendiri, bahwa jatuh itu sakit, bahwa menang itu indah, bahwa ada sesuatu dalam hidup mereka yang patut untuk mereka perjuangkan.

Yang perlu kita lakukan adalah membantu mereka menemukan passion mereka. Setelah itu membantu mereka menjalaninya dengan memberikan skill yang dibutuhkan. Juga memberi dukungan dan motivasi saat mereka galau. Bila itu telah dilakukan, maka pada waktunya, kita akan melihat mereka terbang meninggalkan kepompongnya, berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Sedih? Pasti… Bangga? Iya juga… It’s a mix of feeling for sure.

“Kami beri skill yang kalian butuhkan, kami support kalian sampai sebatas kami mampu. Setelah itu… silahkan mengeksplore dunia ini dengan bebas karena kami yakin kalian akan bisa mengatasi setiap rintangan yang kalian hadapi”.

Happy parenting.

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *