«

»

Feb 24

Refleksi Mindset

Universitas Ciputra Entrepreneurship Online atau UCEO kembali bergulir. Kali ini tema yang diusung adalah Tumbuh 100x atau disingkat T100. Sungguh sebuah kehormatan untuk dapat bergabung kembali dalam komunitas yang super ini. Sebelumnya saya terdaftar dalam batch 1 UCEO yang digulirkan akhir tahun 2013 yang lalu. Namun, karena saya masih berstatus karyawan, saya tidak bisa fokus dan hanya bisa mengikuti hingga minggu ke 4 saja. Pada kesempatan kali ini saya bertekad untuk dapat menyelesaikan pembelajaran UCEO ini sampai selesai.

Nah, di pembelajaran minggu pertama UCEO T100, topik yang dibahas adalah Mindset yang bertumbuh. Sungguh sebuah materi yang tepat sekali untuk dibahas di awal pembelajaran. Apalagi orang-orang besar yang sharing dalam video yang disajikan bukan orang sembarangan. Ada Pak Ciputra sendiri, ada Pak Dahlan Iskan, Pak Sudhamek, Pak Sandiaga Uno, Pak Antonius Tanan dan Pak Nur Agustinus.

Kenapa ada banyak orang yang bermimpi, tetapi hanya sedikit yang berhasil mencapai mimpinya? Apa yang membedakan mereka? Jawabannya ada di materi ini. It’s all about mindset.

Alkisah seekor jangkrik dibesarkan dalam sebuah kotak korek api. Dari sejak ia dilahirkan, ia sudah ada di dalam kotak tersebut. Ia makan, minum dan beraktifitas di dalam kotak. Belum pernah sekalipun ia melihat dunia di luar kotak korek api. Sampai tibalah suatu saat dimana kotak tersebut dibuka. Dihadapannya tampak sebuah dunia baru. Sebagaimana layaknya jangkrik, ia pun melompat keluar. Tetapi apa yang terjadi? Tidak peduli seberapa luas dunia luar, jangkrik itu hanya melompat setinggi atap kotak korek api. Dalam mindset sang jangkrik, ia hanya dapat melompat setinggi itu. Dan sampai akhir hidupnya pun ia hanya melompat setinggi itu tanpa pernah tahu potensi dirinya yang sebenarnya.

Mindset inilah yang membedakan orang yang bermimpi dan mewujudkan mimpinya dengan orang yang hanya bermimpi tanpa pernah berusaha untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Setiap orang punya potensi menjadi besar karena setiap manusia diciptakan unik. Bahkan dari sejak penciptaan pertama kita pun kita sudah merupakan pribadi yang unik dan hebat, hasil dari perjuangan sebuah (maaf) sperma yang mengalahkan jutaan sperma yang lain, yang akhirnya berhasil mencapai ovum. Setiap kita pun terus tumbuh dan berkembang ketika mulai belajar berjalan. Buktinya, sekarang kita mampu untuk berjalan menggunakan kedua kaki kita sendiri. Padahal perjuangan untuk belajar berjalan tidak mudah. Jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi. Siklus itu terus kita jalani sampai akhirnya kita dapat berjalan dengan tegap di atas kedua kaki kita. Rasanya tidak ada seorang anak pun yang ketika jatuh saat belajar berjalan, lalu berkata “ah… saya rasanya tidak cocok berjalan…”

Lalu kenapa setelah kita dewasa justru banyak alasan yang kita keluarkan ketika dihadapkan pada sebuah peluang untuk bertumbuh?

Materi minggu pertama ini seolah-olah menampar telak muka saya karena mengingatkan kembali bahwa untuk dapat bertumbuh, kita harus melepaskan fixed mindset dan menggantinya dengan growth mindset. Segala hal tidak harus sempurna di awal untuk mulai dijalankan. Kita selalu bisa mulai dari hal-hal yang kecil, yang terdekat. Kita bisa mulai dari hal-hal yang bisa kita kontrol, yaitu diri kita sendiri, dan tidak disibukkan dengan hal-hal yang tidak bisa kita kontrol.

So, mulai dari sekarang saya siap untuk meluruskan kembali mindset saya. Percaya pada kemampuan saya sendiri untuk mencapai mimpi-mimpi saya, bertumbuh, dan mengeluarkan potensi terbaik untuk hidup mulia dan mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>