«

»

Jan 09

Hidup dan panjat tebing

Gadis itu memulai langkah pertamanya. Tangan kanannya menggenggam pijakan, begitu juga dengan tangan kirinya. Lalu kaki kanannya diangkat dan mulailah ia beranjak naik. Bergantian, kaki kirinya pun naik setapak lebih tinggi. Begitu terus selama beberapa waktu. Setapak demi setapak. Setiap tapak membawanya semakin mendekati tujuan. Terkadang dia berhenti di tengah jalan. Merogoh sesuatu dari kantongnya, kemudian melanjutkan lagi perjalanannya ke atas. Walaupun terasa lelah, ia tidak peduli.

Jelas, jalan yang ditempuhnya tidak mudah. Saat ini rintangannya memang masih ringan, tetapi dari kejauhan tampak jelas bahwa semakin tinggi ia naik, semakin terjal medan yang ia hadapi. Bahkan mendekati tujuan, medannya terasa tidak masuk akal untuk dilalui.

Gadis ini tidak gentar. Kembali ia melewati beberapa tapak dengan penuh perjuangan. Terus beranjak naik hingga akhirnya jarak antara dia dan tujuan tinggal beberapa meter lagi. Tetapi disinilah rintangan berat menghadang. Papan panjat itu semakin miring beberapa derajat. Posisi tubuh gadis itu pun tidak lagi tegak lurus, ia cenderung sedikit telentang.

Tangannya meraih sebuah pijakan. Tetapi berat tubuhnya sudah menjadi begitu berat sehingga iapun tak kuasa bertahan… Pegangannya terlepas, ia pun terjatuh

Tali safety yang melingkar di tubuhnya menjadi nyawa keduanya. Saat ia terjatuh, tali itu menahannya. Dengan sigap seorang pria dibawah pun menarik tali tersebut sehingga sang gadis meluncur turun dengan selamat.

Ah, seolah melihat sebuah perumpamaan kehidupan di depan mata. Betapa banyak orang yang memiliki mimpi, tetapi hanya sedikit yang konsisten menggapai mimpinya itu. Betapa banyak orang yang tahu dimana ia ingin berada, tetapi mengambil jalan yang tidak sejalan dengan tujuannya itu. Dari pada bersusah payah mendaki menuju tujuan, lebih baik mengikuti arus dan mengalir seperti air.

Gadis ini memang belum berhasil mencapai tujuannya, tetapi saya yakin ia tidak akan berhenti. Tempaan kehidupan yang membuat kita semakin kuat, datang dari rintangan yang berat. Semakin sulit rintangan itu, semakin kuat kita dibuatnya. Begitupun dalam kehidupan ini. Satu-satunya saat kegagalan adalah ketika kita menyerah dan berhenti.

Maka kawan, apakah ini waktunya anda menyerah? Saya rasa tidak. Be strong, be diligent. Semangat pagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>